oleh

Wajah Anak Wajib Di-Blur, Jangan Bikin Stigma Seumur Hidup

Kedua, stigma permanen. Jejak digital itu kejam, sulit dihapus. Sekali wajah tersebar, label negatif bisa melekat seumur hidup.

“Jangan sampai niat memberi efek jera malah menghancurkan masa depan anak,” kata Andriansyah.

KPAD juga menyentil netizen yang hobi ikut menyebarkan konten tanpa pikir panjang. Ingat, bahwa satu klik “share” bisa jadi awal penderitaan panjang bagi seorang anak.

KPAD pun menyampaikan pesan tegas, bahwa edukasi boleh. Kritik boleh. Tapi jangan korbankan anak.

“Mari jaga privasi mereka. Jangan sampai mereka menanggung stigma sosial seumur hidup,” tutup Andriansyah. (fiz)

Baca Juga :  Ironi Pucuk Ampera: Kota “Kaya Raya” yang Lalai Urus Warganya

Komentar