Ia mengatakan telah merespons pesan WhatsApp wartawan dengan mempersilakan datang ke sekolah.
Namun, wartawan Harian Rakyat menjelaskan bahwa keterangan awal dari siswi dan keluarga baru diperoleh pada Jumat sore.
Selain itu, jawaban YY melalui WhatsApp yang mengarahkan wartawan datang ke sekolah menjadi dasar kedatangan pada Senin pagi tadi untuk memperoleh klarifikasi secara langsung.
Dalam pertemuan itu, YY menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa paling benar dan terbuka terhadap evaluasi.
“Saya tidak merasa benar dalam semua proses ini. Kalau memang peraturan kami belum bagus, kami minta dikoreksi. Kami menerima masukan dan akan memperbaikinya,” kata YY.
Ia berdalih, pihak sekolah memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan dan kedisiplinan ratusan siswa selama kegiatan belajar berlangsung.
AKUI TARIK TANGAN SISWI
Masuk ke substansi kejadian, YY memberikan kronologi yang berbeda dari pengakuan pihak keluarga.
Menurutnya, persoalan bukan sekadar siswi melepas jarum pentul jilbab, melainkan membuka jilbab sementara jarum pentul berada di mulutnya.





![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)


Komentar