oleh

Bantah Tendang Siswi, Kepsek Akui Tarik Tangan: Ada Apa di Ruang Guru?

YY mengaku khawatir jarum tersebut tertelan sehingga berinisiatif mengambilnya.

“Saya pegang jarum pentul itu karena saya pikir berbahaya kalau sampai tertelan. Kemudian tangan kanannya saya tarik masuk ke ruangan guru,” jelasnya.

Setibanya di ruang tamu guru, YY mengaku meminta siswi tersebut duduk dan merapikan jilbabnya.

Ia membantah posisi TZ yang berada di bawah merupakan bentuk hukuman jongkok. Menurutnya, sekolah memang memiliki kebiasaan menyediakan tempat duduk beralas karpet bagi siswa yang dipanggil ke ruang BK.

“Anak itu saya suruh duduk dan merapikan jilbab. Kalau kami memanggil anak ke ruang BK, memang ada tempat duduk di bawah menggunakan karpet. Itu sudah peraturan di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres OKU Sambangi Zamzam, Tokoh Senior Berpengaruh di OKU

Keterangan ini menjadi bagian penting dalam mengurai peristiwa. Sebab, selain bantahan atas dugaan tendangan, YY secara terbuka mengakui adanya kontak fisik berupa penarikan tangan siswi.

Adapun dugaan ucapan yang menyinggung kecelakaan serta anggota keluarga TZ yang telah meninggal dunia juga dibantah secara tidak langsung melalui penjelasan berbeda.

Komentar