oleh

Ironi Pucuk Ampera: Kota “Kaya Raya” yang Lalai Urus Warganya

Ia menilai pemerintah terlalu fokus mempercantik wajah kota dengan proyek-proyek estetika bernilai miliaran rupiah, tetapi lalai membenahi nasib masyarakat kecil.

Pemandangan bocah ngelem di dekat air mancur dan gemerlap kawasan kota dinilai menjadi simbol ironi yang menyakitkan.

“Pemkot terlalu fokus memoles kosmetik kota, tapi lupa memperbaiki harkat hidup warganya sendiri,” tegasnya.

Palembang memang terus dipoles menjadi kota modern dan estetik. Namun selama masih ada anak-anak yang tumbuh di jalanan, hidup tanpa perhatian, lalu mencari pelarian dengan menghirup lem, kemewahan itu terasa hanya menjadi pajangan belaka. (Fiz)

Baca Juga :  Wajah Anak Wajib Di-Blur, Jangan Bikin Stigma Seumur Hidup

Komentar