oleh

Jabat Ketua HIPKI Sumsel, Aprili: Lembaga Kursus Ujung Tombak Entaskan Pengangguran

Aprili Mauludin (jas hitam tengah).

HARIANRAKYAT.CO.ID – Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Aprili Mauludin, didapuk sebagai Ketua DPD Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI) Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2022 – 2026.

Ini berdasarkan hasil Musyawarah Provinsi yang ke-2 HIPKI Sumsel, yang dihadiri 10 DPC Kabupaten/ Kota dari 17 DPC yang ada di Hotel Batica Palembang, Sabtu (12/03/2022).

Dimana Aprili, meraih kemenangan mutlak dari pemungutan suara yang dilakukan.

Dalam pidatonya, Aprili menyampaikan visinya, bahwa akan membawa lembaga kursus yang ada di Sumsel untuk maju bersama melawan setiap tantangan dari perubahan zaman yang setiap waktu cenderung berubah karena kemajuan teknologi.

“Lembaga kursus harus siap menghadapi segala resiko dan cenderung menyesuaikan diri dari setiap perubahan-perubahan yang terjadi. Seperti belajar secara daring yang membutuhkan perangkat baru yang disebut Learning Management System (LMS),” katanya.

Selain itu, HIPKI juga harus bersinergi dengan semua stakeholder. Baik pemerintahan maupun swasta untuk bersama-sama memperhatikan dan menyelamatkan bangsa ini dari krisis pendidikan dan ketenagakerjaan.

“Disini peran lembaga kursus dan pelatihan sangatlah besar dan bermanfaat sebagai ujung tombak membantu pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengentaskan pengangguran yang setiap tahunnya bertambah,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Umum DPP HIPKI Dr. H. Asep Saripudin dalam wawancaranya menyampaikan, selain untuk memilih ketua dan kepengurusan DPD HIPKI, dalam musyawarah ini juga bertujuan untuk mencari solusi bagaimana kedepan nasib lembaga kursus dan pelatihan.

Karena, sudah dua tahun terakhir ini lembaga kursus dan pelatihan mati enggan hidup tak mau, lantaran pandemi.

Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa HIPKI seluruh Indonesia haris bisa menyiasati agar kedepan bisa tetap terus eksis di tengah pandemi dan juga gempuran kemajuan teknologi.

“Lantaran pandemi, selama dua tahun terakhir lembaga kursus maupun pelatihan seperti mati enggan, hidup tak mau. Inilah yang harus dicarikan solusinya agar kawan-kawan di daerah ini lama kelamaan tidak habis,” ujar Asep.

Dari itulah, HIPKI Pusat telah melakukan inovasi-inovasi untuk menyiasati agar tidak tergerus kemajuan teknologi dan dampak terjadinya pandemi.

Salah satu langkah, dengan meningkatkan kualitas tenaga pengajar di kursus maupun pelatihan. Selain itu, memiliki sertifikasi tenaga pengajar agar lebih memiliki kompetensi dalam mengajar.

Tak hanya itu saja, para penyelenggara kursus dan pelatihan juga bisa memanfaatkan kemajuan teknologi yang saat ini kian hari terus berkembang. Hal ini, perlu dilakukan agar penyelenggara kursus dan pelatihan juga bisa ikut berkembang.

“Jadi metode secara online ini pastinya akan tetap dikembangkan. Karena, tidak hanya bisa dipakai di suatu daerah saja tetapi seluruh Indonesia. Bila secara tatap muka saja, hanya untuk yang berada di kursus atau pelatihan itu saja. Makanya, online ini harus terus dikembangkan agar bisa menjangkau secara keseluruhan,” ungkapnya.

HIPKI Pusat juga telah bekerjasama hampir dengan seluruh kementerian. Tujuannya, agar adanya solusi bagi lembaga kursus dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan baik secara pelaksanaan tatap muka maupun secara online.

Ia juga berharap kepada pemerintah, untuk menentukan kebijakan yang ada keberpihakannya bagi semua kalangan termasuk HIPKI.

Karena, selama dua tahun lantaran kebijakan yang dilakukan, sangat banyak lembaga kursus dan pelatihan mengalami kesulitan dan tidak berkembang.

Sedangkan Ketua Pelaksana Musprov II HIPKI Sumsel Alex Sander MPd, berharap dengan adanya kepengurusan yang baru, nantinya bisa menentukan arah ke depan untuk kelangsungan hidup dari lembaga kursus dan pelatihan yang ada di Sumsel.

“Karena, seperti yang diketahui, selama dua tahun ini dampak pandemi sangat luar biasa termasuk kami sebagai penyelenggara kursus dan pelatihan,” katanya. (Rel/Adi)

Komentar