
“Tradisi Muharram adalah tradisi berkasih sayang. Hari ini kita memerdekakan anak-anak yatim,” ujar Menteri Agama dalam sambutan yang disiarkan secara nasional.
Kepala Kemenag OKU, H M Ali, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kepedulian nyata kepada anak-anak yatim yang menjadi bagian penting dari ajaran Islam.
“Kita sebagai muslim harus selalu peduli dan menyantuni anak yatim. Dalam Surat Al-Maun disebutkan, orang yang tidak peduli kepada anak yatim termasuk pendusta agama,” tegasnya.
Ali mengaku pesan itu tidak hanya disampaikan kepada orang lain, tetapi juga menjadi prinsip yang dijalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya pribadi dan keluarga setiap pergantian tahun Islam selalu berbagi sebagai wujud syukur kepada Allah SWT. Secara kedinasan, hari ini kita laksanakan bersama keluarga besar Kemenag,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan di seluruh kecamatan melalui KUA, madrasah, dan didukung oleh IPARI.
Momentum Tahun Baru Islam, lanjutnya, harus menjadi titik awal memperbaiki diri.






Komentar