
“Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Yang merugi adalah yang hari ini sama dengan kemarin, apalagi lebih buruk. Tahun baru harus memberi semangat baru, etos kerja baru, dan dedikasi yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ali juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada anak-anak yatim. Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga tumbuh sebagai anak yatim sejak kecil.
“Saya juga yatim seperti adik-adik semua. Saya tahu bagaimana suasana batin seorang anak yatim karena saya pernah merasakannya,” tuturnya.
Meski hidup dalam keterbatasan dan pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan, Ali mengaku tidak pernah menyerah.
“Saya tidak pernah putus asa. Saya belajar, belajar, dan terus belajar. Kuncinya dekat dengan Allah. Kalian tidak sendiri, kita punya Allah. Yakinlah, kalau kita semangat dan terus berusaha, Allah akan memudahkan jalan kita,” pesannya.
Ia pun optimistis anak-anak yatim yang hadir kelak dapat menjadi orang-orang sukses.
“Jangan pernah merasa rendah diri. Kepala Kemenag ini juga anak yatim. Kalau saya bisa, kalian juga bisa. Tetap optimis dan terus berdoa,” katanya yang disambut amin para peserta.






Komentar