
HARIANRAKYAT.CO.ID – Gelombang kritik terhadap penanganan kasus dugaan korupsi fee pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai muncul dengan cara tak biasa. Sejumlah karangan bunga bernada satire dan sindiran tajam terlihat dikirim ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Karangan bunga itu memuat berbagai pesan keras. Mulai dari ucapan “Terima Kasih KPK” karena dianggap telah menyelamatkan uang rakyat. Hingga sindiran bahwa “aktor utama” kasus fee pokir belum juga tersentuh hukum.
Salah satu papan bunga bahkan menuliskan kalimat, “Telah menyelamatkan keponakan saya Teddy Meilwansyah/Bupati OKU, bukan Tito Karnavian.” Ada pula tulisan bernada satir lain seperti “Ketegasan hukum fee pokir OKU dikabarkan hilang di seputaran Gedung Mendagri” dan “Fakta persidangan sudah terang namun penindakan masih gelap.”
Aksi itu diklaim berasal dari kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Persatuan Pergerakan Masyarakat OKU (PPM OKU). Mereka mendesak KPK tidak berhenti pada para terdakwa yang kini menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.









Komentar