Sebagai langkah awal, PGE bakal mengebor tiga sumur eksplorasi dengan nilai investasi mencapai USD 32,21 juta.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menyebut lokasi pengeboran berada di zona yang sangat menjanjikan.
“Area ini berada di zona upflow utama dengan permeabilitas tinggi. Artinya, potensi panas buminya besar dan sudah terverifikasi secara teknis,” jelasnya.
Dari sisi cadangan, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai memiliki luas sumber daya sekitar 22 hingga 66 kilometer persegi. Hasil kajian terbaru menunjukkan, cadangan yang ada mampu menopang tambahan kapasitas 55 MW.
Jika semua berjalan sesuai rencana, PLTP Lumut Balai Unit 4 ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2032. Nantinya, total kapasitas di kawasan ini akan mencapai 220 MW, termasuk tambahan Unit 3 yang ditargetkan online pada 2030.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menambahkan proyek ini juga akan memperkuat cadangan energi panas bumi nasional.
“Ini langkah strategis untuk mendorong target pengembangan 1 gigawatt (GW) dalam portofolio PGE,” ujarnya.









Komentar