“Cuma adik saya yang diincar sepertinya,” cetus Yansah.
Keluarga besar korban mengaku tidak bisa menerima kejadian tersebut. Mereka menilai, apa pun bentuk pelanggaran kedisiplinan yang dilakukan siswa, tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan fisik, apalagi disertai ucapan yang menyakiti perasaan anak.
Yansah mengaku keluarga sebenarnya ingin menempuh jalur hukum. Namun, ia menyadari persoalan ini tidak mudah dibuktikan karena tidak ada saksi yang mengaku melihat langsung kejadian tersebut.
Meski begitu, dampak psikologis yang dialami adiknya disebut masih terasa hingga sekarang. Korban bahkan mengaku tidak ingin lagi bersekolah di tempat tersebut dan meminta dipindahkan.
“Dia sudah tidak mau sekolah di sana lagi. Maunya pindah,” ungkap Yansah.
Kepsek Persilakan Mengadu
Sehari setelah kejadian, Kamis (29/10/2026), Yansah mengaku mendatangi sekolah dan bertemu langsung dengan kepala sekolah.
Dalam pertemuan itu, kepala sekolah disebut menceritakan versinya mengenai peristiwa tersebut. Menurut kepala sekolah, persoalan bermula ketika korban melepas jilbab, padahal aturan sekolah mengharuskan siswi mengenakannya dengan benar.



![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)




Komentar