Belum cukup sampai di situ. Menurut Yansah, kepala sekolah juga menyinggung peristiwa lain yang terjadi pada awal Oktober lalu.
Saat itu, kakak perempuan korban sempat mendatangi sekolah lantaran adiknya diduga menjadi korban perundungan (bullying). Korban disebut pernah dihina dengan sebutan “anak anjing”.
Keluarga kemudian mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan. Namun, menurut Yansah, pihak sekolah tidak bersedia memberitahukan siapa siswa yang diduga melakukan perundungan tersebut.
Nah, persoalan itulah yang kembali disinggung kepala sekolah ketika memarahi korban.
“Ado ucapan kepsek yang bilang kepada adik saya, ‘Ayuk kau ni ngamuk-ngamuk di sini, katek malu’,” tutur Yansah, yang keterangannya dibenarkan oleh sang adik.
Rentetan peristiwa tersebut membuat Yansah menduga ada persoalan sebelumnya yang ikut memengaruhi perlakuan terhadap adiknya.
Apalagi, menurut dia, bukan hanya korban yang melepas jarum pentol jilbab saat itu. Ada teman-temannya yang melakukan hal serupa. Namun, hanya adiknya yang dipanggil dan mendapat perlakuan seperti itu.



![GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA[1]](https://harianrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/09/GEDUNG_KESENIAN_BATURAJA1-750x450.jpg)




Komentar