Fokusnya nggak cuma soal produksi, tapi juga kesejahteraan keluarga petani secara menyeluruh.
Mulai dari peningkatan kualitas kopi, diversifikasi usaha, sampai adaptasi perubahan iklim, semuanya digarap.
Petani juga didorong menanam komoditas lain biar dapur tetap ngebul saat harga kopi goyang.
Yang tak kalah penting, ICP memperkuat kelembagaan petani. Lebih dari 2.700 organisasi dan koperasi sudah didampingi.
Hasilnya, petani sekarang punya akses lebih luas ke pasar dan layanan pendukung.
Perempuan dan Anak Muda Didorong Maju
ICP juga nggak menutup mata soal peran perempuan dan generasi muda. Data 2025 mencatat, 45 persen peserta pelatihan adalah perempuan, sementara 22 persen merupakan anak muda usia 18–35 tahun.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan regenerasi petani sekaligus mendorong kesetaraan dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga maupun komunitas.
Indonesia Ikut Kebagian Dampak
Di Indonesia, program ICP dijalankan lewat Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS). Co-Country Director HRNS Indonesia, Arman Ginting, menyebut ICP bukan sekadar proyek biasa.









Komentar