
HARIANRAKYAT.CO.ID – Demi menjaga wilayah tetap adem ayem, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu (OKU) tancap gas. Kamis (16/4/2026), mereka menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM).
Rapat yang digelar di Aula Kejari OKU sejak pukul 13.30 WIB ini bukan sekadar kumpul biasa. Forum lintas sektor ini jadi ajang penting buat deteksi dini potensi gangguan, khususnya soal aliran kepercayaan dan keagamaan yang bisa bikin situasi jadi “panas”.
Kasi Intelijen Kejari OKU, Hendri Dunan, yang mewakili Kajari OKU, menegaskan pentingnya kerja bareng semua pihak. Menurutnya, sinergi adalah kunci agar potensi konflik bisa dicegah sejak dini.
“Rapat ini jadi wadah menyamakan persepsi dan tukar informasi. Deteksi dini penting supaya paham radikal atau aliran menyimpang tidak berkembang dan mengganggu kerukunan,” tegas Hendri.
Sejumlah pihak hadir dalam rapat ini. Mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) OKU, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, Kementerian Agama OKU, Kodim 0403/OKU, Binda, Kesbangpol OKU, hingga Dinas Pariwisata OKU.









Komentar