oleh

Ironi Pucuk Ampera: Kota “Kaya Raya” yang Lalai Urus Warganya

Bagindo Togar. Foto: ist

HARIANRAKYAT.CO.ID — Media sosial dihebohkan video viral dua anak di bawah umur asyik menghirup lem Aibon di atas Jembatan Ampera. Ironisnya, aksi itu terjadi tepat di ikon kebanggaan Wong Kito Galo yang selama ini dipoles sebagai wajah indah Kota Palembang.

Video yang ditonton jutaan kali tersebut bukan cuma memantik rasa prihatin, tapi juga menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan semua pihak yang selama ini merasa kota ini baik-baik saja.

Pengamat sosial, Bagindo Togar Butar Butar, menilai fenomena anak ngelem itu bukan sekadar kenakalan remaja.

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan jurang sosial di Kota Palembang sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Mahasiswa Poltektrans Palembang Unjuk Gigi Global, Gondol Emas YISF 2026

“Ngelem ini pelarian paling murah bagi anak-anak jalanan. Dengan uang Rp10 ribu mereka bisa ‘melupakan’ penderitaan hidup untuk sesaat,” ujar Bagindo, Kamis (28/5/2026).

Ia menyebut, anak-anak terlantar memilih lem karena keterbatasan ekonomi. Sementara kalangan berada mencari pelarian lewat narkoba mahal seperti sabu atau putau.

Komentar