Sebab, yang merosot bukan sekadar angka dalam survei, melainkan keyakinan publik terhadap arah perjalanan negara.
Menurut Saiful, anjloknya persepsi positif tersebut berkaitan dengan merosotnya kepuasan publik terhadap kinerja presiden.
Penilaian masyarakat terhadap kondisi sosial-ekonomi, politik, dan penegakan hukum juga menunjukkan penurunan tajam.
Dengan kata lain, persoalannya bukan hanya soal bagaimana pemerintah bekerja, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan hasilnya.
Angka 48 persen menunjukkan bahwa mereka yang masih menilai Indonesia bergerak ke arah yang benar kini berada di bawah separuh populasi responden.
Sementara itu, tren penurunan selama dua tahun menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Survei ini sekaligus menjadi pengingat bahwa optimisme publik bukan modal politik yang bisa dipelihara hanya dengan janji dan narasi keberhasilan. Pada akhirnya, masyarakat menilai pemerintahan dari kondisi yang mereka hadapi sehari-hari.
Survei SMRC dilakukan terhadap warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei berlangsung.









Komentar