Sorotan Widodo tak berhenti pada bentrokan. Ia mempertanyakan tanggung jawab pimpinan Polda Sumsel, terutama terkait analisis intelijen, perencanaan pengamanan, hingga antisipasi potensi benturan di lapangan.
Kalau pengamanan di depan markas kepolisian saja berujung ricuh, publik pantas bertanya. di mana letak antisipasinya?
Widodo menilai, insiden tersebut harus dijelaskan secara terbuka. Publik berhak mengetahui bagaimana bentrokan bisa terjadi, siapa saja pihak yang terlibat, serta apakah prosedur pengamanan telah dijalankan sesuai ketentuan.
“Publik berhak memperoleh penjelasan yang transparan. Oleh karena itu, saya secara tegas meminta Kapolda Sumatera Selatan untuk bertanggung jawab secara terbuka atas kegagalan pengamanan yang terjadi,” tegasnya.
Tak hanya meminta penjelasan, Widodo juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di tubuh Polda Sumsel. Jika pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian serius atau kegagalan pengendalian pengamanan, ia meminta Kapolda Sumsel dan Direktur Intelkam Polda Sumsel berani mengambil tanggung jawab moral dan institusional dengan mengundurkan diri.









Komentar