“Kalau ada yang ngelas atau pakai gerinda, lampu langsung kedip-kedip, redup,” ujarnya.
Warga menduga, kabel yang sebelumnya hanya menopang kebutuhan rumah tangga kini dipaksa menanggung beban tambahan dari aktivitas koperasi.
Mereka pun mulai mempertanyakan: apakah sambungan seperti ini sesuai standar teknis?
Harian Rakyat telah mencoba mengonfirmasi hal ini ke pihak PLN melalui Manager ULP Baturaja, Trio. Sejumlah pertanyaan dilayangkan. Mulai dari boleh tidaknya “nebeng” kabel pelanggan lain, risiko overload, hingga siapa yang bertanggung jawab atas kerugian warga.
Tak hanya itu, media juga meminta kejelasan soal langkah konkret PLN. Apakah akan turun langsung mengecek, atau melakukan penertiban jika ada pelanggaran.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi.
Warga kini hanya bisa berharap. Mereka mendesak ada evaluasi teknis dan pemisahan jalur listrik agar gangguan tak terus berulang. (ep)









Komentar