“Perhatian pemerintah jelas. Harga pupuk disubsidi, jadi petani tidak terbebani,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur menegaskan, Gertam bukan sekadar seremoni. Program ini menjadi langkah strategis menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
“Ini upaya percepatan masa tanam, optimalisasi lahan, dan penguatan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, OKU Timur optimistis mampu menembus target 1 juta ton GKG pada 2026. Daerah ini pun terus memantapkan diri sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Sumatera Selatan. (ril)









Komentar