Dalam selebaran pernyataan sikap yang dibagikan ke massa, FPR memuat lima poin tuntutan. Intinya: menolak intervensi, mendorong penegakan hukum profesional, serta meminta transparansi penuh dalam pengusutan kasus Pokir OKU.
Aksi ini menjadi lanjutan tekanan jalanan setelah sehari sebelumnya FPR menyasar gedung KPK. Kini, dengan dua titik strategis yang disasar, pesan mereka kian jelas bahwa jangan main-main dengan kasus ini.
Hingga aksi berlangsung, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Dalam Negeri. (ril/ep)









Komentar