oleh

Pakaian Dinasnya Dibikin Asal Jadi, Anggota DPRD OI Protes, Rame-rame Balikin

har tani nasional
Pakaian yang diduga tidak sesuai spek

HARIANRAKYAT.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) ramai-ramai kembalikan pakaian dinas beserta atributnya ke Sekretariat DPRD setempat, Senin (22/11/202). Lho emang kenapa?

Usut punya usut, penyediaan pakaian Dinas berupa 2 buah PDH Baju dinas, 2 buah pakaian sipil resmi dan 1 buah baju lengan pendek itu diduga asal jadi alias tidak sesuai spesifikasi.

Amir Hamzah, anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan mengatakan, pengembalian pakaian dinas tersebut sebagai bentuk protes ketidaksesuaian spesifikasi pakaian.

“Jahitan pakaian asal jadi, bahan di dalam spesifikasi berupa wol ternyata bukan, ukuran juga tidak pas di badan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (23/11/2021).

Amir Hamzah mengaku telah mengembalikan pakaian tersebut kepada sekretariat DPRD.

“Hari ini saya kembalikan pakaian tersebut. Ini bentuk protes dan kekecewaan,” kata dia.

Setali tiga uang, anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang, Rahmadi Djakfar juga menuturkan hal serupa. Menurutnya, kualitas pengadaan pakaian dinas itu tidak sesuai spesifikasi.

“Sebagai bentuk protes lantaran kualitas pengadaan pakaian dinas tersebut mengecewakan, hari ini pakaian-pakaian itu saya kembalikan,” ungkap mantan aktivis 98 tersebut.

Sekretaris Dewan, Mukhsina membenarkan telah terjadi aksi pengembalian pakaian dari pengadaan pakaian dinas dengan pagu anggaran Rp350 juta tersebut.

“Benar mereka (anggota DPRD,red) mengembalikan pakaian ke Sekretariat DPRD,” ujar Mukhsina seraya mengatakan penyedia pakaian berasal dari Kota Bandung.

Dari laman lpseoganilir.go.id, penyedia pakaian PT Topas Jaya Mandiri yang beralamat jalan Ramin IV nomor 2 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi, Bandung, Jawa Barat. (Adie)

Komentar